Senin, 05 Desember 2011

Ingin Tahu Tanda Perempuan Palsukan Orgasme?


Orgasme menjadi masalah yang 'sensitif' di kalangan kaum perempuan. Pasalnya, tidak semua kaum hawa bisa mencapai kenikmatan itu secara maksimal.

Alih-alih, untuk membahagiakan pasangannya banyak perempuan yang mencoba berpura-pura orgasme.

Nah, berdasarkan penelitian terbaru yang dilakukan Columbia University, New York City mengungkapkan 54% wanita yang mereka teliti mengaku memalsukan orgasmenya saat bercinta.

Dalam memalsukan orgasmenya, wanita memang bisa berakting dengan saat baik. Namun jika diperhatikan lagi, sebenarnya ada tanda-tandanya seperti apa wanita yang memalsukan orgasmenya.

Seperti dikutip iVillage, berikut tanda-tanda perempuan yang palsukan orgasme.

Reaksi klitoris dan puting

Seperti pada pria, klitoris wanita sesaat sebelum mengalami orgasme akan mengeras. Untuk pria yang ingin mengetahui apakah pasangannya memalsukan orgasme atau tidak, lakukan stimulasi klitoris. Saat Anda merasakan klitoris pasangan mengeras, berarti pasangan tidak memalsukannya.

Bukan hanya klitoris saja yang mengeras, menurut penelitian jika puting wanita tidak mengeras padahal dia beraksi seperti orgasme, 95% kemungkinannya wanita tersebut memalsukan orgasmenya.

Napas dan detak jantung

Dengarkan napasnya di telinga. Kalau napasnya semakin lama semakin berat, artinya wanita tersebut akan mencapai sesuatu. Napas si wanita semakin lama akan semakin berat saat ia mencapai orgasme.

Bukan hanya napas, detak jantung wanita juga akan semakin cepat. Jika kedua hal itu tidak terjadi, bisa jadi wanita tersebut hanya pura-pura orgasme.

Ukuran pupil

Pupil mata membesar adalah salah satu tanda wanita mencapai orgasme saat berhubungan intim. Kalau Anda bercinta dengan pasangan di ruangan yang gelap, tentu sulit untuk mengetahui apakah pupil matanya membesar atau tidak. Trik ketiga ini bisa dilakukan di ruangan yang terang.

Warna bibir

Bibir wanita yang mengalami orgasme akan berubah warnanya menjadi semakin merah. Hal tersebut bukan hanya terjadi pada bibir di wajah saja. Bibir vagina pun akan mengalami perubahan warna serupa. Jadi saat Anda mulai melakukan penetrasi, perhatikan warna bibirnya.

Lalu bandingkan saat si wanita mencapai orgasme. Jika bibirnya tidak berubah semakin merah, bisa jadi di memalsukannya.

Sikap Setelah Orgasme

Salah satu yang bisa jadi tanda wanita memalsukan orgasmenya atau tidak adalah dengan melihat bagaimana sikapnya setelah meraih klimaks. Apakah dia langsung bangun dari tempat tidur atau memilih berbaring dulu? Jika pilihannya adalah yang pertama, si wanita kemungkinan besar memalsukan orgasmenya.

Saat mencapai orgasme, efek kimiawi yang akan terjadi mata menjadi sayu dan tubuh lemas. Sehingga biasanya seorang wanita butuh beberapa menit untuk berbaring menikmati momen tersebut.
»»  Selengkapnya...

Ingin ML di Berbagai Tempat? Ini Triknya


Melakukan hubungan seks memang sangat diperlukan variasi. Selain posisi, tempat berlangsungnya aktivitas bercinta juga menentukan gairah seks menjadi 'hot'.

Seperti dikutip dari Time of India, berikut beberapa trik untuk melakukan hubungan seks di tempat-tempat menantang lainnya.

Dalam mobil

Melakukan hubungan seks di dalam mobil memiliki sensasi tersendiri. Jadi, tidak ada salahnya sekali-sekali Anda dan pasangan melakukan petualangan itu di dalam mobil, tanpa harus khawatir dengan gangguan polisi karena Anda pasangan suami istri.

Kolam renang

Seks aqua cukup menyenangkan. Jika Anda memiliki kolam renang pribadi, maka Anda bisa melakukan seks di dalam kolam renang tanpa harus mengambil risiko.

Di dapur

Lokasi ini tidak kalah serunya. Bayangkan, disaat pasangan Anda sedang sibuk menyiapkan makanan di dapur, Anda merayu dia dengan sejumlah belaian yang bisa meningkatkan gairahnya. Selanjutnya, nikmatilah sensasi seks Anda berdua.

Dalam lift

Gunakan lift yang sekiranya Anda tahu pasti tidak ada monitor televisinya sehingga kemungkinan dilihat orang banyak. Dan pastikan jari Anda pada tombol pintu dekat.

Di atas Balkon

Lokasi ini memang agak sedikit riskan. Tapi jika posisi balkon Anda tidak terlalu terbuka, maka lokasi ini cukup menarik untuk melakukan hubungan seks. Pastikan, situasinya benar-benar aman sehingga permainan Anda tidak perlu menjadi tontonan orang lain.
»»  Selengkapnya...

Senin, 21 November 2011

Jessica Biel Ketagihan Tampil Topples

Sering melakoni peran menantang yang memaksa dirinya untuk tampil tanpa busana di film Powder Blue, membuat aktris seksi Jesssica Biel ketagihan untuk tampil bugil.

"Jika seorang sutradara yang aku percaya datang kepadaku memberikan kesempatan yang luar biasa itu, aku akan melakukannya," kata Jessica.

Seperti dikutip Showbizspy, wanita yang dekat dengan penyanyi Justin Timberlake itu mengaku sangat senang ketika mendapatkan peran tersebut. Namun, dirinya juga sempat khawatir lantaran sulit mendapatkan jodoh akibat peran yang dilakoninya.

"Aku tidak merasakan tekanan. Memang di beberapa titik itu akan sangat menyenangkan. Tapi aku sering berkata aku akan menjadi perawan tua yang kaya raya dan tinggal di rumah dengan pelayan yang lucu," ungkapnya.

»»  Selengkapnya...

Posisi Seks yang Jadi Alternatif Olahraga

Aktivitas olahraga tidak selalu harus dilakukan dengan berlari, berjalan, angkat beban, push up dan gerakan lainnya.

Melakukan kegiatan seks dengan pasangan Anda juga bisa menjadi
alternatif olahraga menyenangkan. Pasalnya, hubungan seks juga
bisa membakar lemak dan kalori dalam tubuh Anda.

Seperti dikutip dari Times of India, Seorang pakar seks, Dr Basheer Ahmad Roy menjelaskan, hampir semua otot termasuk kaki, paha, lengan, bahu dan perut bagian bawah bekerja saat interaksi seksual terjadi.

Menurutnya,semua aktivitas yang berdampak bagi pembakaran kalori, minimal dilakukan selama 15 menit.

"Jadi, berlama-lamalah melakukan aktivitas seksual Anda mulai dari
pemanasan hingga klimaks," ujar Dr Roy.

Nah, berikut beberapa posisi bercinta yang bisa membakar lemak dan membuat otot tubuh Anda bekerja.

Woman on top

Selain kelebihan wanita bisa mencapai klimaks lebih cepat, posisi ini akan membuat lengan bekerja sebagai penopang dan penyeimbang berat tubuh.

Selain itu, posisi ini juga membuat otot bagian dada dan pinggul
berkontraksi. Sedangkan pria akan menjadi penopang dan penahan berat badan pasangan. Otot yang bekerja lebih aktif adalah perut dan lengan.

Posisi menekuk lutut (lunges)

Pasangan wanita dengan posisi menekuk satu lutut di hadapan pasangan dan satu lagi mengarah ke belakang. Posisi bercinta ini menjadikan otot bagian paha dalam dan luar, pinggul dan kaki belakang bekerja optimal.

Posisi ini merupakan olahraga yang bagus bagi orang yang duduk seharian.

Doggy style

Penetrasi dengan gaya ini membutuhkan kekuatan otot kaki, paha dan pinggul pada pria. Sedangkan bagi wanita, posisi ini membutuhkan keseimbangan dan kestabilan.

Namun, dengan modifikasi, misalnya posisi doggy style dengan pasangan wanita menumpu di dinding daripada di tempat tidur, bakal membentuk lengan, bahu dan tubuh bagian atas yang lebih kencang.

Posisi berdiri

Berdiri adalah salah satu posisi yang paling menantang karena membutuhkan stamina pria untuk mengangkat seluruh tubuh mitranya. Selain itu, posisi ini membuat otot pinggul, paha dan bokong bekerja optimal. Bagi wanita, posisi ini akan menguatkan area lengan dan kaki serta menjaga keseimbangan untuk membantu penetrasi.

Posisi misionaris

Posisi dengan pria di atas, dipilih 90 persen pasangan untuk mencapai
kepuasan. Gaya bercinta melibatkan keseimbangan berat badan,
peregangan otot sekaligus kontraksi otot pada pasangan pria.

Sedangkan bagi pasangan wanita, posisi ini memberi kesempatan peregangan dengan melengkungkan punggung dan mengencangkan otot perut. Posisi ini juga membuat kontraksi otot panggul mereka.

»»  Selengkapnya...

Dia Posisi Seks 'Pemanas' Ranjang

Kunci kepuasan seks sebenarnya bukan terletak pada durasi yang berhasil Anda lalui ataupun bagaimana kehebatan teknik yang Anda lakukan.

Namun posisi seks yang tepat merupakan salah satu kunci utama untuk puaskan pasangan Anda di ranjang. Nah, seperti dikutip Maxim berikut beberapa posisi seks yang dapat menjadi 'pemanas' ranjang:

The Hotseat

Ketika Anda duduk di kursi, dekatkan dirinya pada tubuh Anda. Posisi ini akan memberikan Anda kontrol lebih untuk menentukan waktu dan durasi orgasme yang Anda rasakan.

The Sidewinder

Gulingkan dia ke samping Anda dan biarkan dia berada dalam posisi miring (seperti menyendok). Setelah itu, mintalah dia beraksi. Setelah mencapai posisi nyaman, lakukan pijatan pada klitoris sehingga membantu merangsang genital Anda untuk mencapai G-spot pada waktu bersamaan.

Missionary on Steroids

Pada teknik ini, biarkan ia menguasai tubuh Anda. Jangan lupa, katakan padanya untuk mengambil waktu sejenak sambil menyentuh tulang panggulnya sehingga dia dapat memainkan klitoris Anda.

Ingatkan dia untuk mendorong tubuhnya ke atas sehingga Mr P-nya berada pada sudut 45 derajat dan porosnya menyentuh klitoris Anda.

»»  Selengkapnya...

Nikmatnya Bercinta Tiba-Tiba

Banyak faktor yang bisa mempengaruhi agar hubungan seks dengan pasangan menjadi 'hot'. Terlebih jika ML yang dilakukan terbilang dadakan.

Nah, berikut beberapa trik jitu untuk membuat seks spontan Anda semakin bergairah:

Pilih gerakan sederhana

Anda bisa kok mengalami seks dengan gerakan sederhana, asal dilakukan dengan cara yang tepat pada waktu yang tepat. Ya, mungkin Anda telah mengetahui berbagai posisi menyenangkan pasangan. Namun tidak semuanya harus dipraktikkan.

Tujuan bercinta bukanlah untuk mencapai kesempurnaan, lakukanlah secara alami dan nikmati pengalamannya!

Jangan berusaha terlalu keras

Ketika menginginkan hubungan seks yang hebat, beberapa orang kerap merasa harus berusaha lebih keras. Padahal, kenikmatan bercinta itu datang secara alamiah. Berusaha terlalu keras akan membuat proses lebih sulit bahkan bisa-bisa pasangan malah tahu Anda tengah mengupayakan sesuatu.

Rileks

Faktor yang yang paling utama untuk bisa merasa puas dalam hubungan seksual sebenarnya adalah dengan membebaskan pikiran. Dengan pikiran yang santai, Anda tentu akan mengalami seks yang juga santai dan menyenangkan. Ini biasanya dilamai perempuan.

Kaum Hawa biasanya terlalu banyak berpikir di tempat tidur, biasanya mengkhawatirkan kesan bentuk tubuh mereka di mata pria sehingga akan selalu berusaha mencari cara menyembunyikan bagian tubuh yang dirasa kurang menarik. Ini justru akan membuat pikiran menjadi negatih dan tidak efektif dalam berhubungan.

»»  Selengkapnya...

Senin, 14 November 2011

Kemampuan Orgasme Terlihat dari Cara Berjalan

Dalam hal kehidupan seksual, perempuan cenderung menyembunyikannya. Kita tidak seperti pria, yang akan membual mengenai berapa banyak perempuan yang pernah menjadi kekasihnya, atau siapa saja yang pernah tidur dengannya. Namun, para peneliti mengatakan, hanya dengan mengamati cara perempuan berjalan, kita bisa mengetahui salah satu bagian dalam kehidupan seksualnya. Misalnya, tentang kemampuan orgasmenya.

Menurut studi yang dilakukan oleh University of the West of Scotland dan beberapa peneliti Belgia ini, semakin bebas dan enerjik cara perempuan berjalan, semakin sering orgasme yang dialaminya. Sebaliknya, cara berjalan yang kaku menunjukkan bahwa seorang perempuan mungkin saja memiliki kehidupan seksual yang penuh ketegangan.

Studi yang dimuat dalam Journal of Sexual Medicine ini sebelumnya mengamati perilaku seksual 16 perempuan muda, dan mengobservasi dari kejauhan cara berjalan mereka di area publik. Gerakan-gerakan mereka dianalisa oleh dua profesor bidang seksologi dan dua asisten penelitian yang memiliki latar belakang seksologi, yang tidak mengetahui riwayat para perempuan tersebut dalam hal pencapaian orgasme.

Dari hasil observasi tersebut, disimpulkan bahwa pengalaman orgasme vaginal perempuan bisa dikenali dari gaya berjalan yang memiliki langkah-langkah yang panjang, dan mengalami perputaran tulang belakang. "Hal ini merefleksikan aliran energetik yang bebas dan tidak terhambat dari kaki melalui panggul, ke tulang belakang," ujar para peneliti.

Hasil dari studi tersebut bisa bermakna bahwa beberapa perempuan secara anatomis mudah mengalami orgasme vaginal, sementara yang lain akan membatasi diri dengan orgasme klitoral.

"Otot-otot panggul yang terhambat, yang mungkin dikaitkan dengan pelemahan psikoseksual, bisa melemahkan respons orgasme vaginal dan gaya berjalannya," tutur Stuart Brody, ketua tim penulis studi tersebut.

Kondisi tersebut juga bisa menjelaskan mengapa perempuan yang mampu mengalami orgasme vaginal lebih percaya diri, dan hal ini akan terlihat dari cara mereka berjalan. Orgasme yang dihasilkan dari stimulasi vaginal sering dikaitkan dengan relasi berpasangan yang lebih baik, yang kemudian akan mengakibatkan keyakinan diri yang lebih besar. Bahkan, orgasme vaginal juga menghasilkan kesehatan mental yang lebih baik, demikian laporan EurekAlert.

Menurut para peneliti, dengan mengetahui hubungan antara ketegangan otot dan fungsi seksual, kemungkinan kita dapat membantu perawatan disfungsi seksual. Perempuan yang memiliki hambatan seksual bisa memelajari bagaimana mencapai orgasme dengan melatih gerakan-gerakan tertentu, termasuk latihan otot dan latihan pernafasan.
»»  Selengkapnya...

Perempuan Sulit Bercinta di Luar Kamar

Adegan bercinta di film-film Hollywood memang terlihat menggoda untuk ditiru. Namun, trik bercinta di film tidak bisa disamakan dengan seks di kehidupan nyata. Ini contohnya.

Mitos 1: Perempuan bisa orgasme dalam 3 detik
Seperti adegan quickie sex yang dilakukan Timothy Olyphant dan Jennifer Garner di film Catch And Release (2006). Saat mereka baru melakukannya di balik shower curtain, tiba-tiba tokoh yang diperankan Jennifer Garner sudah mencapai titik klimaks hanya dalam hitungan detik, tanpa foreplay.

Faktanya, banyak perempuan tidak bisa orgasme hanya dengan penetrasi Mr P saja, ataupun orgasme setelah bercinta beberapa detik. Menurut para pakar seks, perempuan baru siap bercinta setelah dua menit.

Mitos 2: Setiap perempuan punya bakat jadi stripper
Saat Demi Moore berakting di film Striptease, ia sebenarnya merasa peran ini agak berisiko untuk kariernya. Dengarkan saja pengakuan Lindsay Lohan yang melakoni peran ini di I Know Who Killed Me berikut. "Tiga jam saja belajar menari striptease, seluruh tubuh saya rasanya pegal-pegal".

Lalu, bagaimana jika pasangan meminta kita melakukannya? Yang pasti kita tak bisa bersaing dengan para aktris tersebut. Untuk melakukan adegan itu saja, mereka butuh latihan berminggu-minggu. Jadi tidak mungkin kita bisa melakukannya setiap saat tanpa latihan.

Mitos 3: Bercinta di berbagai tempat sangat seru
Di film, sepertinya orang nyaman-nyaman saja bercinta di tengah hujan tanpa kedinginan. Contohnya, adegan yang dilakukan Ryan Gosling dan Rachel Adams di film The Notebook. Orang juga nyaman bercinta di atas piano, sepertinya dilakukan Julia Robert dan Richard Gere di Pretty Woman atau di tangga rumah seperti film daur ulang The Thomas Crown Affair.

Mari kita kembali ke dunia nyata. Beberapa perempuan cenderung tak bisa orgasme saat mereka jauh dari tempat tidur yang hangat. Pesan moralnya adalah, jika Anda ingin bercinta di tempat umum sebaiknya lakukan foreplay dulu di rumah atau di mobil. Saat tiba di tempat umum, Anda sudah "siap".

Mitos 4: Setiap Perempuan terlihat cantik saat bercinta
Lihat saja betapa cantiknya Gwyneth Paltrow usai bercinta dengan Joseph Fiennes dalam Shakespeare in Love. Bahkan dalam film peraih Oscar, Monster's Ball, Halle Berry yang menggunakan thong seksi, rambutnya sama sekali tak berantakan usai melakukan adegan penuh "pergumulan".

Dalam kehidupan nyata, Anda tak selalu butuh lingerie seksi untuk bercinta. Dengan celana jeans pun bisa. Penampilan pun tak selalu harus terlihat cantik atau seksi. Meski bulu halus di bawah lengan Anda belum sempat dicukur, pasangan takkan terlalu memperhatikan. Asal ia mendapatkan keinginannya dan menikmati kepuasan seks, tanpa bercukur pun Anda tetap terlihat menarik. Realita seperti ini tak pernah muncul di film Hollywood.

Mitos 5: Gaya berdiri sangat mengasyikkan
Kenyataannya, banyak orang kesulitan melakukannya. Kalau tidak Mr P pasangan yang selalu meleset dari "target", Anda lah yang sulit bergerak. Jadi, aneh juga membayangkan bagaimana Keira Knightley dan James McAvoy bisa mencapai orgasme yang begitu dahsyat dalam film Atonement.

Oh ya, perlu juga diperhatikan jika Anda bercinta dengan gaya berdiri di bawah shower. Posisi ini akan sangat sulit karena keberadaan air membuat lantai licin. Anda atau pasangan bisa terpeleset. Jangan sampai mau asyik, malah jadi sakit karena terjatuh.

Mitos 6: Tak ada ide romantis, buka saja lemari es
Pernah melihat bagaimana sejumlah film Hollywood menyajikan adegan pengalaman bercinta dengan menggunakan sarana makanan untuk foreplay? Sebut saja 9 ½ Weeks yang menggunakan media es, dan Varsity Blues yang memakai whipped cream. Sementara Last Tango In Paris memanfaatkan mentega.

Di film, semua trik itu sepertinya seru. Pada prakteknya tak semenyenangkan itu. Saat es menyentuh tubuh, rasa dingin akan terasa tidak nyaman. Whipped cream akan membuat badan lengket. Mentega membuat tubuh terasa licin. Jadi teringat bagaimana Betty di serial Ugly Betty melumuri cokelat cair ke tubuh Henry. Betty tidak memperkirakan bahwa cokelat hangat itu terasa menyakitkan di kulit Henry. Meski lucu, kisah Betty ini justru masuk akal.
»»  Selengkapnya...

Rabu, 02 November 2011

Orang Konyol Lebih Sukses dalam Cinta

Setiap orang pasti pernah melakukan tindakan konyol. Mungkin tanpa sengaja Anda buang angin ketika sedang berusaha menunjukkan kemampuan Anda melenturkan tubuh Anda, hasil latihan yoga selama bertahun-tahun. Atau, karena buru-buru ingin duduk, Anda malah terjatuh dengan berdebum di lantai, disaksikan oleh pria yang sedang pedekate dengan Anda!

Tetapi, tenang. Tindakan konyol yang membuat Anda ingin hilang ditelan bumi ini ternyata tidak akan membuat si dia ilfil dan menjauh. Hasil penelitian menunjukkan, sedikit kekonyolan ternyata malah memberikan pengaruh yang baik dalam hubungan Anda.

Studi baru dari University of California-Berkeley ini mendapati bahwa pria dan wanita yang mudah mempermalukan diri sendiri ini dilaporkan memiliki tingkat monogami yang lebih tinggi. Selain itu mereka juga dianggap lebih dapat dipercaya dan murah hati. Secara profesional, orang yang mudah canggung ini juga lebih kooperatif dan cenderung menjadi anggota tim atau partner bisnis yang diandalkan.

Hasil pengujian secara berulang menunjukkan bahwa keadaan memalukan dalam tingkat sedang menandakan kecenderungan menjadi pro-sosial. Sebagian orang memandang individu dengan karakter seperti ini lebih nyambung, sehingga orang lain lebih ingin bekerjasama dengan mereka. Bahkan, tingkat keadaan memalukan yang sedang dianggap merupakan tanda kebaikan seseorang.

"Kejadian memalukan merupakan satu ciri emosional dari seseorang yang bisa Anda percayakan untuk sumber-sumber yang berharga. Itu bagian dari kedekatan sosial yang melindungi kepercayaan dan kerjasama dalam hidup sehari-hari," papar psikolog sosial dari UC Berkeley, Robb Willer.

Namun, tim peneliti juga menegaskan, ada perbedaan antara keadaan memalukan (yang terjadi tanpa sengaja) dan perbuatan "memalukan", misalnya ketika orang sekantor memergoki Anda sedang selingkuh. Jenis yang pertama lah yang akan menyelamatkan hubungan Anda.
»»  Selengkapnya...

7 dari 10 Wanita Mengubah Gaya Pasangannya

Perempuan mana pun pasti gemas melihat penampilan pasangannya yang asal-asalan, atau kurang dapat menyesuaikan dengan gaya perempuan tersebut. "Masa pakai jins, kemejanya dimasukin, sih? Jadul banget," keluh seorang perempuan sambil menarik-narik keluar kemeja pasangannya.

Karena kurang puas dengan penampilan pasangannya, banyak perempuan yang lalu berusaha mengubah gaya pasangannya tersebut. Aktris Inggris Elizabeth Hurley, misalnya, diketahui me-makeover gaya tunangannya, Shane Warne. Shane yang sebelumnya kerap tampil urakan kini terlihat lebih klimis. Mantan pemain kriket dari Australia ini juga tampak lebih ramping. Pasangan ini juga terlihat kerap memakai pakaian yang serasi.

Liz Hurley tak sendiri. Sebuah survei dari Wilkinson Sword, produsen pisau cukur, mengungkapkan, tujuh dari 10 perempuan mengaku melakukan makeover terhadap pasangannya, hanya beberapa minggu setelah jadian. Macam-macam yang dilakukan perempuan untuk memperbaiki penampilan pasangannya, dari mendorongnya untuk mengonsumsi makanan tertentu, mengenakan jenis pakaian tertentu, hingga memintanya menumbuhkan kumis atau jenggot.

Lebih dari 38 persen perempuan dilaporkan ingin mengubah cara pasangannya berpakaian, sementara seperempat perempuan mengakui meminta pasangannya lebih rajin bercukur. Seperempat dari 2.000 perempuan di Inggris yang disurvei juga mengatakan, hanya dua minggu setelah jadian, mereka sudah membentuk pasangan menjadi pria yang "sempurna" menurut versi mereka. Bagian paling penting yang ingin diubah oleh perempuan adalah kebiasaan pasangannya merawat diri.

Dalam urusan perawatan wajah, perempuan meminta pasangannya mengubah produk aftershave-nya (20 persen), merapikan bulu hidung dan telinganya (17 persen), mencabut alis (16 persen), rutin memakai pelembab (13 persen), dan menggunakan pasta gigi berpemutih (8 persen).

"Penelitian ini menunjukkan bahwa ada 'Shane Warne effect' yang terjadi di seluruh negara ini. Pengaruh positif yang dilakukan Liz Hurley pada penampilan keseluruhan Shane Warne itu luar biasa, dan tampaknya para perempuan Inggris ingin menciptakan hasil yang sama pada pasangan mereka," tutur Jason Shankey, pakar perawatan tubuh dari Wilkinson Sword.

Survei ini juga mendapati bahwa sepertiga perempuan yang disurvei merasa bahwa mereka mengontrol kekasih atau suami mereka, yang 60 persennya mengklaim bahwa mereka "tahu yang terbaik" bila dikaitkan dengan bagaimana penampilan belahan jiwa mereka itu. Kemudian, 40 persen perempuan merasa bahwa mengubah penampilan pasangan sudah menjadi tugas kaum perempuan. Oleh karena itu, mereka akan berusaha sekuat tenaga melakukannya. Sepertiga perempuan akan melakukannya dengan perlahan, sepertiga lainnya melakukannya diam-diam, dan sisanya dengan terang-terangan meminta pasangannya untuk berubah.
»»  Selengkapnya...